Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

REVOLUSI BULAN

REVOLUSI BULAN

Bulan merupakan satu – satunya satelit yang dimilki oleh bumi. Jika bumi beredar mengelilingi matahri (revolusi bumi), maka bulan juga beredar mengelilingi bumi sebagai pusatnya (revolusi bulan)

Revolusi bulan ternyata membawa beberapa dampak tersendiri bagi kehidupan dan fenomena alam di bumi. Lalu apa saja dampak dari revolusi bulan yang bisa dirasakan? Okee, mari kita bahas bersama pengertian dan dampak dari revolusi bulan.

 

REVOLUSI BULAN

PENGERTIAN REVOLUSI BULAN

Revolusi bulan adalah gerakan peredaran bulan mengelilingi bumi sebagai pusatnya. waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali revolusi sama dengan waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan rotasi, yaitu 29,5 hari atau 1 bulan. Ketika berevolusi, daerah bulan terkena sinar matahari akan berubah-ubah. Fase perubahan kenampakan bulan ini disebut dengan fase bulan.

Selain gerak revolusi bulan mengelilingi bumi, bulan juga berevolusi mengelilingi matahari. Waktu revolusi bulan mengelilingi matahari sama dengan waktu revolusi bumi. Jadi dalam 1 tahun, bulan bergerak 1 kali mengelilingi matahari dan 12 kali mengelilingi bumi. Hal inilah yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun dalam kalender masehi.

 

DAMPAK REVOLUSI BULAN

1. Jumlah hari dalam kalender

Sudah sejak lama perputaran bulan digunakan oleh orang Islam untuk menentukan awal kalender tahun Hijriah. Umumnya jumlah hari pada satu bulan kalender Hijriah adalah antara 29 dan 30 hari. 

Jika dihitung secara rinci, dalam satu bulan Hijriah ada 29,5 hari. Inilah yang kemudian menyebabkan tahun kabisat, dimana sisa hari diakumulasikan menjadi satu yang utuh. Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan secara universal.

Dalam satu tahun Hijriah, jumlah harinya hanya sekitar 355 hari saja. Inilah yang menyebabkan hari-hari besar umat Islam maju sekitar 10 hari lebih cepat dari tahun sebelumnya.

2. Pasang dan Naik Air Laut

Perputaran bulan terhadap bumi sangat mempengaruhi pasang dan surutnya air di laut. Terjadinya air pasang naik, permukaan air laut akan naik. Sedangkan jika laut pasang surut, maka permukaan air laut akan menurun.

Revolusi Bulan mengakibatkan air laut di Bumi yang posisinya menghadap pada Bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi Bulan sehingga menimbulkan pasang naik.

Sebaliknya, saat air laut di bagian Bumi yang tidak menghadap pada posisi Bulan maka mengalami pasang surut.

3. Terjadinya Berbagai Macam Fase Bulan dan Pergerakannya

Tidak hanya menyebabkan pasang dan naik air laut, revolusi Bulan juga menyebabkan perubahan penampakan Bulan saat mengelilingi Bumi.

Hal ini dikenal dengan sebutan fase Bulan. Ada empat fase Bulan yang terjadi di Bumi, yaitu fase bulan mati, fase bulan sabit, fase bulan separuh, dan fase bulan tiga perempat dan bulan penuh.

Fase bulan mati, biasanya terjadi pada fase bulan baru. Saat fase ini terjadi posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.

Sisi bulan yang gelap menghadap ke Bumi, yang membuatnya ia tidak terlihat dari Bumi.

Fase bulan sabit, fase ini terjadi seminggu setelah bulan baru. Bulan sabit biasanya terlihat di langit barat setelah matahari tenggelam.

Fase bulan separuh, pada fase ini separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari. Hal inilah yang menyebabkan Bulan hanya terlihat separuh dari Bumi.

Fase bulan tiga perempat dan bulan penuh, pada fase ini, Bulan terlihat bersinar sempurna. Itulah saat Bumi mengalami bulan purnama.

Setelah melewati keempat fase ini, Bulan akan kembali ke fase pertamanya. Hal ini akan terus berulang setiap bulan.

4. Gerhana bulan

Gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam posisi sejajar secara linier. Jika digambarkan, maka bulan terlihat berada di “belakang” bumi, sedangkan bumi berada persis di tengah-tengah matahari dan bulan.

Ini menyebabkan sinar matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang oleh bumi. Hal ini menyebabkan terbentuknya dua buah bayangan, yaitu umbra dan penumbra.

5. Gerhana matahari

Fenomena alam selanjutnya yang bisa terjadi karena revolusi bulan adalah gerhana matahari. Pada saat ini terjadi, posisi matahari, bulan, dan bumi secara berurutan membentuk sebuah garis lurus.

Akibatnya, bulan menjadi penghalang masuknya sinar matahari ke bumi dan membentuk bayangan gelap yang terlihat jelas di langit. Gerhana bulan sendiri terdiri dari 4 jenis, tergantung dari posisi bulan yang sangat menentukan terjadinya gerhana. Ada gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari total, dan gerhana matahari hibrid.