Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Lensa Cembung, Sifat Bayangan, dan Rumus Perhitungannya

Pengertian Lensa Cembung, Sifat Bayangan, dan Rumus Perhitungannya - Pernahkah kalian mengamati kacamata yang biasa kita gunakan? Bagaimana bentuknya dan jenis lensa apa yang digunakan, sehingga kita bisa melihat lebih jelas dengan kacamata? Ya, kacamata merupakan salah satu pemanfaatan dari lensa cembung, lensa cembung merupakan salah satu jenis lensa yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Pemanfaatan lensa cembung umumnya digunakan untuk memperbesar efek bayangan suatu benda.

Untuk lebih jelasnya, kali ini kita akan membahas lebih detail lagi mengenai pengertian Lensa Cembung, Sifat Bayangan, dan Rumus Perhitungannya.

1.      Pengertian lensa cembung

Lensa cembung adalah lensa yang pada bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya atau menggembung. Lensa cembung pada umumnya berbentuk lingkaran dan terbuat dari kaca atau plastik sehingga memiliki indeks bias lebih besar dibanding indeks bias udara. Lensa cembung memiliki sifat bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar.


2.      Sifat bayangan lensa cembung

 

1. Benda terletak di antara O dan F

 

sifat bayangan
 

 

 

 

 

 

 


A′B′ = bayangan maya di depan lensa (no. ruang bayangan = 4)
F1 = fokus di belakang lensa
F2 = fokus di depan lensaSifat bayangan: maya, tegak, diperbesar

2. Benda terletak di antara F2 dan 2F2

 

pembentukan bayangan 

 

 

 

 


Bayangan A′B′ bersifat: nyata, terbalik, diperbesa

r3. Benda di antara F2 sampai dengan ~

bayangan lensa cembung
 

 

 

 

 

 


Bayangan A′B′, bersifat: nyata, terbalik, diperkecil. Dari ketiga lukisan tersebut:

  • Jika benda terletak di antara O dan F, sifat bayangan maya, tegak, diperbesa.
  • Jika benda terletak di antara F dan 2F sifat bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
  • Jika s = f bayangan tegak, maya, di tak hingga
  • Jika s = 2 f, bayangan terbalik, nyata, sama besar
  • Jika s > 2f, bayangan nyata, terbalik, diperkecil
  • Bayangan diperbesar |s′| > s, bayangan diperkecil jika |s′| < s. (Keterangan: |–5| = 5 atau |5| = 5)

4. Benda terletak di fokus di (F)

benda lensa cembung
 

 

 

 


Benda terletak di fokus di (F)Benda di fokus (s = f), bayangan yang mudah diamati adalah: maya, tegak, diperbesar.

5. Benda terletak di 2 F (s = 2f)

sifat lensa cembung
 

 

 

 

 

 


Benda terletak di 2 F (s = 2f)Bayangan nyata, terbalik, sama besar

Benda di 2F2, bayangan 2F1 bersifat: nyata, terbalik, sama besar.

Dari kelima lukisan dapat disimpulkan:

  • Semua bayangan maya yang dibentuk lensa cembung selalu tegak terhadap bendanya.
  • Semua bayangan nyata yang dibentuk lensa cembung pasti terbalik terhadap bendanya.

 

Hubungan Antara s, s′ dan f Lensa Cembung

Pengamatan atau praktikum menggunakan lensa cembung, lilin.

 

pengamatan lensa cembung
 

 

 

 

 

 


Pengamatan menggunakan lensa cembung dengan:

  • f = 20 cm.
  • s = jarak benda
  • s′ = jarak bayangan

Dengan memindahkan layar menjauhi atau mendekati layar jika s > 20, maka di layar didapat bayangan yang tajam. Biasanya pengamatan atau praktikum seperti ini keadaan jarak benda dan jarak bayangan ditulis ke dalam tabel. Lalu diubah jarak bayangan dan jarak benda serta diukur pada saat bayangan di layar cukup jelas.

Hasilnya seperti pada tabel di bawah ini.

tabel praktikum lensa cembung
 

 

 

 


Rumus Lensa Cembung

Berikut ini rumus untuk mencari fokus lensa cembung:

rumus lensa cembung
 

 

 


nu                     = indeks bias udara atau air
R1 dan R2        = kelengkungan dari lensa cembung

 

Untuk rumus mencari jarak bayangan pada lensa cembung

Keterangan:
f           = fokus lensa cembung
s           = jarak benda
s’         = jarak bayangan
Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar.

 

Perbesaran pada lensa cembung (M)

 atau bisa dengan rumus

 

Contoh Soal Lensa Cembung
Sebuah lensa cembung mempunyai kelengkungan yang berbeda pada permukaannya yaitu 12 cm dan 15 cm. Jika lensa tersebut terbuat dari kaca dengan indeks bias 4/3 maka fokus lensa tersebut di udara adalah (indeks bias udara =1)

1/f = (4/3-1) (1/12 + 1/15)
1/f = 1/3 (5/60+4/60)
1/f =1/3 x 9/60 =1/20
f =20 cm